Archive for June, 2008

 

Mitos Angka Keramat 13

Jun 30, 2008 in Blogging, mierz

Bener gak sih angka 13 itu keramat ??
Yap, nomer itu memang selalu di jauhi oleh semua orang. Takhayul tentang ke sialan angka 13 pun diwariskan secara turun temurun.
Dulu, pada zaman TVRI berkibar, pernah ada drama TV ‘Friday The 13th’. Mereka memakai angka 13 di drama itu, mungkin karena dianggap 13 itu sial, adegan-adegan horor, pembunuhan, masuk dalam drama tersebut.
Ada juga film produksi dalam negeri, judulnya kalo gak salah “Lantai 13″, semua itu mengandung unsur horror.

Tapi, angka 13 sekarang sudah tidak keramat lagi, dan bahkan diharap-harapkan oleh sebagian orang.
Ya betul sekali, angka 13 sekarang di tunggu oleh sebagian Warga Negara Indonesia yang berprofesi sebagai PNS. Apalagi kalau bukan Gaji ke 13. (more…)

Janji dan Ketepatan Waktu

Jun 30, 2008 in Blogging, GherMerd

Bagaimana sebaiknya menyikapi ketepatan waktu dalam memenuhi sebuah janji?
sebagai contoh ada sebuah cerita simple.

*******
dua orang sahabat, yang lama ga jalan bareng, sebut saja A dan B. Suatu hari si B ngajakin A jalan bareng, nonton sebuah film, dan tentu A menyetujuinya. Maka, dibuatlah sebuah kesepakatan mengenai tempat dan waktu serta kegiatan yang akan dilakukan, sehari sebelum hari H. (more…)

Hidup dan Pendakian

Jun 30, 2008 in Blogging, GherMerd

Terinspirasi dengan buku TAIKO yang baru saja aku sampaikan resensinya (baru belajar siy),
ada sebuah perkataan seperti ini : Hidup adalah ibarat pendakian.
Ketika membandingkan sebuah perjalanan hidup dengan sebuah pendakian gunung,
seakan akan kita memandang bukit bukit di bawah setelah hampir mencapai puncaknya.
Puncak dari gunung yang di daki dianggap sebagai tujuan akhir pendakian.
Tapi tujuan sesungguhnya, memperoleh kenikmatan hidup, tidak ditemui di puncak, melaikan dalam kesulitan kesulitan yang menghadang di perjalanan. Perjalanan itu ditandai oleh lembah, tebing, sungai, jurang, serta tanah longsor.

(more…)

anger management

Jun 27, 2008 in Review, Uncategorized, naise

Amarah adalah sifat alamiah yang dimiliki setiap manusia. Begitu kata Prof. DR. Dr. Dadang Hawari, Sp.KJ. Amarah manusia muncul karena adanya dorongan agresif yang lazim disebut dengan istilah human agressive. Dorongan rasa marah ini bisa saja muncul karena sesuatu terjadi di luar dugaan atau di luar perhitungan. Harapan yang tinggi sementara kenyataannya tidak demikian juga bisa menyebabkan kekecewaan dan dapat memicu rasa marah.

Apapun penyebabnya, internal atau eksternal, marah merupakan emosi yang tersalur melalui sinyal pengantar syaraf atau neurotransmitter, pada sel-sel syarat pusat otak. Sinyal ini diteruskan ke kelenjar endokrin suprarenalis penghasil hormon adrenalin. Akibatnya tekanan darah naik. Mukanya menjadi merah, jantung berdebar-debar kencang mengikuti peningkatan hormon adrenalin tadi.

Biasanya dorongan untuk marah muncul untuk survival, atau mempertahankan hidup. Orang tidak akan diam saja manakala dirinya diserang atau diperlakukan tidak adil oleh pihak lain. Secara refleks akan timbul sikap mempertahankan diri, atau yang kita sebut defense mechanism.

Menurut Kristi, marah sering dianggap sebagai emosi yang negatif sebab marah membangkitkan toksin yang meracuni emosi, dan dapat memunculkan tindakan yang berdampak negatif, seperti melukai orang lain. Tapi marah tidak selalu itu buruk. Bila seseorang diperlakukan tidak baik, dan dia menunjukkan reaksi marah, itu dianggap sebagai hal yang wajar. Marah bisa dinilai positif ketika perasaan itu muncul saat melihat seseorang diperlakukan tidak adil, atau menimbulkan rasa ingin menolong. Artinya rasa marah itu bisa mendorong seseorang melakukan hal yang positif atau yang dianggap baik.

Ketika amarah diekspresikan secara destruktif (memaki, memukul, atau merusak barang), maka marah menjadi emosi yang buruk. Lepas kendali dapat memicu perasaan frustasi, bingung, dan tidak berdaya. Banyak gangguan fisik, emosional, dan mental yang disebabkan oleh marah yang tidak terkendali. Hasilnya antara lain ketegangan di lingkungan kerja atau kekerasan dalam rumah tangga. Ekspresi marah ini juga dituding memicu kriminalitas, bahkan konflik internasional.

Jadi, kata Kristi lagi, marah akan berdampak buruk bila diungkapkan secara agresif dan berlebihan. Lebih buruk lagi bila yang bersangkutan tidak menyadari dirinya melakukan hal yang negatif. Karena itu ia menyarankan sebaiknya amarah dikeluarkan dengan syarat:

1. Marah haruslah karena alasan yang tepat, bukan karena faktor subyektif. Banyak kasus kemarahan timbul di lingkungan keluarga. Misalkan suami marah secara berlebihan karena merasa tidak dihargai oleh istrinya, padahal hanyalah pandangan subyektif sang suami.

2. Marah haruslah terkendali. Marah yang membabi buta, bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.

Marah juga bisa berdampak negatif pada diri sendiri atau pada diri orang lain ketika yang bersangkutan tidak secara jujur mengakui rasa marahnya, atau memendam amarah. Marah yang tidak dikeluarkan bisa menyebabkan sakit kepala, nyeri punggung, mual, bahkan depresi. Mereka yang suka meremehkan, mengkritik, dan berkomentar sinis terhadap orang lain biasanya adalah orang yang tidak terbiasa mengekspresikan kemarahannya.

Meskipun sebaiknya rasa marah itu dilepaskan saja dan jangan disimpan, Dadang Hawari menilai pendapat ini tidak selalu baik untuk diterapkan. “Apakah kalau marah dilepaskan lantas kita menjadi puas? Apa bukan sebaiknya justru menyebabkan orang yang dimarahi menjadi sakit dan akhirnya menimbulkan persoalan baru ?” ujar psikiater itu. Lalu bagaimana baiknya? “Yang baik adalah kalau merasa marah, kita redam dan netralisir dengan diri sendiri sambil menyelesaikan pokok permasalahan yang dihadapi,” tambah Dadang.

Sebetulnya rasa marah itu bisa dikelola. Sebagai makhluk yang beradab, manusia tentu mempunyai mekanisme pengendalian diri. Ada orang yang mampu meredam marah tapi ada juga yang tidak bisa. Kalau pengendalian dirinya lemah, maka bisa terjadi agresivitas, dimana kemarahan secara fisik maupun verbal keluar membabi buta. Tapi orang sudah terlatih untuk bisa sabar, mekanisme internal di dalam dirinya bisa meredam emosi yang meletup-letup dan tidak terpancing untuk bertindak agresif.

Dadang Hawari mengatakan manajemen marah ini dilakukan dengan mengedepankan rasio dari pada emosional. Seseorang yang mampu mengelola amarahnya berarti melakukan mekanisme rasionalisasi dalam tubuhnya. Mekanisme ini mengantarkan pola pikir yang sifatnya positif sehingga bisa meredam konflik atau emosi. Tapi rasionaliasasi ini tidak muncul begitu saja, butuh kemauan, upaya dan latihan yang keras.

Dalam berbagai kasus, seseorang yang terbiasa marah secara agresif bisa dilatih untuk mengendalikan emosi. Caranya dengan mencari penyebab munculnya letupan marah tersebut. Misalnya pada kasus dimana rasa marah muncul untuk menutupi rasa kurang percaya diri, terapi yang dilakukan terlebih dahulu difokuskan pada upaya membangkitkan rasa percaya diri.

Menurut Kristi, salah satu terapi yang bisa diterapkan untuk mengontrol amarah adalah dengan membuat kontrak diri. Kontrak ini berisikan perjanjian tidak akan melakukan tindakan agresif yang merugikan orang lain. Bila melanggar, yang bersangkutan dikenakan sanksi yang berat. Substansi kontrak diri ini tidak bisa dibuat asal-asalan saja tapi harus dibahas bersama dengan psikolog.

Sebetulnya melatih diri mengelola amarah merupakan hal yang memang patut dilakukan, terutama untuk meningkatkan kualitas diri. Sekarang ini kualitas manusia tidak hanya ditentukan oleh IQ (Intelligence Quotient), tapi juga oleh EQ (Emotional Quotient).

from: humanmedicine.net

————————-

fiuh..meski berhasil meredam emosi..tapi ga enak rasanya..kayak masih ada yang nyangkut..

tapi sudahlah aku tak ingin memikirkan hal yang hanya membuatku down hari ini…

cheer up…

TaIkO

Jun 27, 2008 in Book corner, GherMerd, Review

Judul : TAIKO
Pengarang : Eiji Yoshikawa, 1937
Penerbit : Gramedia
Ukuran : 23×17x7 cm; 1142 hal
Harga : Rp. 130.000,-

Eiji dalam buku epiknya ini mengambil setting pada pertengahan abad keenam belas, ketika keshogunan Ashikawa ambruk. dan saat itulah Jepang hampir menyerupai medan pertempuran raksasa.Para panglima perang, penguasa provinsi saling berebut kekuasaan. mulai dari Takeda Shingen dari Kai, Saito Dosan dari Mino,Imagawa Yoshimoto dari Suruga, Asai Nagamasa dari Omi, Mori Terumoto penguasa provinsi provinsi barat dan beberapa marga lainnya hingga sang Shogun Yoshiaki si muka dua yang suka mengadu domba dan menggerakkan para biksu prajurit dari Honganji.
Semua punya sebuah tujuan yang sama yaitu ingin menjadi penguasa seluruh negeri.

Tapi di tengah tengah kekacauan yang melanda sepanjang negeri munculah tiga sosok besar, yang kesemuanya bercita cita untuk menguasai dan mempersatukan Jepang.Namun, sifat mereka sangatlah berlainan. Oda Nobunaga (penguasa provinsi Owari) gegabah, tegas, brutal. Hideyoshi sederhana, halus, cerdik, kompleks. Tokugawa Ieyasu (penguasa Mikawa yang dari kecil menjadi tawanan perang marga Imagawa) berpembawaan tenang, sabar, penuh perhitungan.
Falsafah mereka yang berlainan semenjak dulu diabadikan dalam sebuah sajak Jepang : (more…)

untitled

Jun 26, 2008 in Puisi, naise

“Siapa tak jatuh cinta pada malam?” tanyamu

“Aku” jawabku. Sebab aku matahari…

Siang ini masuk ke kamarmu di bukit..

Sementara burung-burung mencari buar pir,

Pohon besar di lembah meranggas

Dan rumput berserakan deduanan kering

Gadis berbaju biru berambut emas menunggu

Ia bukan mawar yang layu di musim dingin

Bukan juga Malam, nama samaranmu..

Tapi ia memandang jalan bersama matahari

Membiarkan jam berlalu, berlalu, berlalu..

Bayang-bayang menimpa bunga gelagah

SEorang wanita lain lewat, lalu pergi

Berjuta-juta wanita lewat siang hari

Tapi bukan kamu..

Jelas bukan kamu dewiku..

Karena dewiku sanggup meruntuhkan langit dengan hujan kala ia bersedih..

-naise 2005-

~Wisata Kuliner~ *_*`

Jun 26, 2008 in Blogging, GherMerd, Uncategorized

hari ini sungguh sebenarnya aku ingin berdiam..
diam menghemat suara, mencoba diam, berdiam di sekre yang masih menempati aula bersama big boss dan 3 seksi lainnya
karena ruangan yang sempat terbakar 6 bulan lalu belum jua selesai di renovasi
ah, tapi rupanya penghuni sie umum sekarang jadi makin bandel.
bagaimana tidak, kami berencana kabur dari kantor untuk keluar kota, sekedar makan dan di jam kerja, rombongan pula!
yang pertama adalah 2 minggu lalu, rabu 11 Juni 2008 ketika Bunda Ratu (Kasubag Umum) merayakan miladnya yg ke 50.
nih Bunda awalnya ngajak makan di bebek Kaleyo di Rawamangun.
tapi berhubung kita anak”nya yg pada bandel ngotot ke Simpang rawi di Ciawi sana, maka pergilah kami ke lokasi jam 11. (more…)

Alexa Rank

Jun 25, 2008 in Blogging, sapimoto

Saat ini, sitekita.com telah memasang widgets dari Alexa yang akan digunakan sebagai sebuah indikator dari kesuksesan pengelolaan blog bersama ini. Mungkin untuk selanjutnya akan dipasang widgets dari mypagerank oleh mierz, akan menunjukkan statistik yang lebih lengkap dari blog ini.
Saat ini Alexa Widgets menunjukkan angka 25.411.970 Sebuah angka yang sangat besar, tapi jangan terlalu pesimis akan perkembangannya, karena saya yakin sitekita.com akan mampu masuk pada ranking dibawah angka 5.000.000 pada awal Agustus 2008, dengan kerja keras kita semua. Tetap semangat  dan kreatif untuk menulis adalah sebuah cara yang sangat bagus untuk perkembangan sebuah blog, untuk masalah-masalah seperti pengiriman pada directory search engine serta pengiklanan untuk menarik pengunjung, mungkin bisa dibahas dikemudian hari. (more…)

Hasil Chekup ku

Jun 25, 2008 in Curhat, Info, kesehatan, mierz

Hasil Chekup Awal Bulan ini, tepatnya tanggal 10-06-2008, di kantor diadakan chekup kesehatan, yang di prakarsai oleh Laboratorium Klinik Utama Mitra Husada Surabaya, nah iseng² aku ikut chekup.
Ada beberapa item yang aku chek, diantaranya Gula darah, ginjal, dsb, dan memakan biaya yang tidak sedikit menurutku.

Nah hasil chekup keluar tanggal 11-06-2008, dan tak di duga hasilnya sangat² mengejutkan (gak ding becanda), seperti yg ada di gambar.
Menurut hasil chekup kemarin (sesuai yang aku chek) terdapat hasil sbb :

  1. Urine Rutin : Dalam Batas Normal
  2. Fungsi Hati : Dalam Batas Normal
  3. Fungsi Ginjal : Asam Urat Sedikit Meningkat ( nilainya 7,4)
  4. Gula Darah : Dlaam Batas Normal (more…)

MuKAdiMah

Jun 25, 2008 in Uncategorized

haiiiii….akhrinya Me Dr.Q masuk juga gabung ama kalian…udah pada cerita banyak di blok ini yahh..thanks bos amier dah ngrekut Me untuk nulis di sini,..ak siap mengobati kalian yang patah hati,haus informasi,etc halah…

that all about me…