Author: admin
ada menjadi tiada
Thursday, August 21st, 2008 @ 1:46 am
Mungkin itu salah satu cara jitu untuk melupakan sesuatu, khususnya manusia laen, ini hanya menurut pengamatan mata saya yg kadang ngawur.
tahukah seberapa batas antara cinta dan benci? Itu menurut saya seperti semut hitam yg bersembunyi di balik batu hitam di kelamnya malam. Nah lo..sangat tipis seumpama selaput ari pada lapisan permukaan daun..
terkadang ketika orang yang dicintai ternyata menjadi orang yang paling menyakiti, hati menjadi lelah dan marah. Cinta pun berubah menjadi benci. Dan ketika perasaan benci pun ternyata tak mampu mengatasi sakit hati dan menghilangkan rasa di sakiti, maka pilihan berikutnya adalah menganggap orang tersebut tak pernah ada dan bahkan tak ingin mengenal meski baunya maupun bayangannya sekalipun. Maka jadilah orang itu sbg orang asing, seorang Ghermerd klo kata orang pakistan.
dan bagaimanakah rasanya menjadi seorang asing bagi orang yang pernah dekat dengannya?
Ofcourse, its so hurt.
Ketika bahkan kamu tak dianggap sbg makhluk, hanya serupa tembok yg tak perlu dihiraukan, ketika smua yg kau katakan dianggap bullsyit angin lewat, ga da artinya sama sekali, dan ketika mengenal bayanganmu saja tidak mau, its so hurt brur!
Tapi ya, si asing emang harusnya ngerti bhwa hanya inilah cara melupakan smua luka dan kesakitan, dengan menafikannya, meniadakan segala sesuatu tentang si asing. Ada menjadi tiada…

August 21st, 2008 at 2:15 am
tahukah seberapa batas antara cinta dan benci?
kekna dalem bangedd nih..dr yg suka bangedd bisa jadi bencii bangedd…
fiuh…
August 21st, 2008 at 2:25 am
wow…
*emotion - Destinys Child*
August 21st, 2008 at 2:26 am
Haha…sumur kali om…
Tapi ngerasa di benci stlh dcintai dan bahkan d anggap tiada padahal ada emg dalem bgd,hihi
August 21st, 2008 at 2:26 am
rizal ik dr kren emotion2 muluuuu
August 21st, 2008 at 2:26 am
dari kemaren..saltik oi
August 21st, 2008 at 2:50 am
@ghermerd : so prove it…jangan pernah memposisikan diri sebagai tembok ato apapun yg gak mengenakkan..