Author: admin
Di persimpangan
Monday, August 18th, 2008 @ 12:10 am
Deru gemuruh kereta perlahan berlalu menjauhiku. Terus dan semakin seru lajunya. Pintu demi pintu tertutup di hadapanku..
Aq hanya terpaku disini, tergugu menatapnya smakin menjauh membelah pekat fajar.
aq semula berada di persimpangan sisi. Hingga sesaat sebelum jarum berdentang 3x,aku masìh kukuh meneruskan langkah hingga stasiun akhir, menggapai cintaku. Namun pada detik dentang jarum ketiga, sbuah pesan melabuh di mataku, agar aku tetap tinggal. Pesan dari sang pemohon cinta, mengharap kehadiranku, mendukungnya di lorong lorong putih beraroma obat. Kemanusiaanku yang ternyata masih ada, mengusik dan mendesakku untuk tinggal, melupakan stasiun terakhir. Dan ternyata cintaku terdiam, sementara aq menunggunya memintaku untuk menemuinya.. Aq pun d sini akhirnya, mengharap keputusan yang akhirnya hanya membisu d bangsal putih..
ah…inilah persimpangan kosong yang q pilih ternyata pada akhirnya..
dan cintaku? Aq berharap ia mengerti dan memahami.
ya Rabbi
jika memang persimpangan ini yang seharusnya aku lalui, berilah aku kesabaran dan keikhlasan agar aku mampu menerima stiap rintik kenyataan dan pernyataan yang aku terima. Beri aq kemampuan untuk menerima bahwa cintaku memang seharusnya terluka..
ya Rabbi
bantu aku jaga cintaku yang berdiri di sisi persimpangan satunya. Jaga hatinya dari setiap luka yg kugoreskan. Keringkan setiap memar dan sayatan yang mengucur merah. Tolong balutlah setiap inci kesakitannya. Kokohkan ia di saat dukunganku tak ada di peluknya..
ya Rabbi
bantu aku menjaganya. Berikanlah ia kebahagiaan yang ternyata tak mampu kuciptakan.. Gantilah lukanya dengan balutan cinta..

August 19th, 2008 at 3:22 am
wah wah lg dipersimpangan yaa jeunk..
kudu memutuskan segra mau lewat mana..makin lama diem di persimpangan makin sakit..